Sapta Siaga ingin melacak jejak pencuri kalung mutiara Lady Lucy Thomas. Sayang petunjuk yang ada hanya sedikit... dan membingungkan! Jejak bundar di pekarangan Milton Manor, sehelai benang biru dengan benang merah halus terjalin di dalamnya, dan sebuah topi butut!
Siapa pencuri misterius ini, yang jejaknya begitu jelas tetapi sosoknya tidak pernah kelihatan? rnPasukan Mau Tahu betul-betul bingung. Pencuri itu pastilah bertubuh besar karena jejak tangan dan kakinya besar-besar. Bagaimana mungkin orang sebesar itu bisa menghilang begitu saja? rnPasukan Mau Tahu harus berpikir cepat karena sekarang pencuri itu mengincar mereka!
Siapa yang telah datang ke Pulau Kirrin? Apa isi koper hitam misterius yang disembunyikan di Pulau Kirrin? Lima Sekawan mengira mereka sedang memburu penyelundup - sampai mereka mendengar jeritan anak kecil...
Dalam semester ketiganya di Sekolah Whyteleafe, Elizabeth Allen bukan lagi Cewek Paling Badung di sekolah. Ia bahkan dipilih oleh anak-anak di sekolahnya menjadi pengawas. Ia bertekad untuk menjalankan tugasnya sebaik mungkin. Dan untuk beberapa saat memang demikian. Tetapi Elizabeth selalu cenderung terlibat dalam kesulitan. Dan tiba-tiba saja keruwetan demi keruwetan muncul dan bagi Elizabeth…
George benar-benar jengkel waktu anak perempuan Amerika yang menginap di Pondok Kirrin harus menyamar sebagai anak laki-laki! Tetapi ini bukan saatnya bagi George untuk merasa iri sebab Berta - anak perempuan Amerika itu - memang sedang bersembunyi dari para penculik, dan hanya Lima Sekawan yang sanggup menjaganya!
Kucing siam kesayangan Lady Candling hilang. rnMisteri ini membuat bingung Pasukan Mau Tahu. Masalahnya, tersangka satu-satunya adalah Luke, pembantu tukang kebun yang selalu ramah pada mereka. Mungkinkah orang seperti itu menjadi pencuri kucing? rnKelima anggota Pasukan Mau Tahu berlomba dengan polisi desa yang sok untuk memecahkan misteri ini... Siapa yang menang? Pak Goon alias si Ayo Pergi,…